Allah Mengirimkan Malaikat Penjaga Bagi Pencari Ilmu

 

Islam memuliakan orang yang berilmu. Derajat orang-orang yang berilmu lebih tinggi dibanding orang yang tak berilmu.

Bahkan ayat pertama yang turun kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah ‘Iqro’ yang artinya ‘bacalah’.

Dengan ilmu, seseorang tak mudah sesat dalam kehidupan karena ilmu ibarat cahaya yang akan meneranginya dari gelapnya kebodohan.

Menuntut ilmu harus selalu dilakukan sepanjang hidup, walau tidak selalu lewat bangku sekolah. Membaca buku adalah salah satu jalan mendapatkan ilmu.

1. Kewajiban Menuntut Ilmu

Tak sedikit ayat Al Qur’an dan hadis Rasulullah SAW yang menegaskan wajibnya belajar. Bahkan kedudukan orang yang sedang menuntut ilmu disamakan dengan orang yang berjihad.

Islam juga mengajarkan ‘Menuntut ilmu itu dimulai sejak lahir hingga ke liang lahat’, jadi belajarlah mulai kecil hingga akhir usia. Jangan malu untuk terus belajar walau sudah berumur.

2. Hukum Menuntut Ilmu

Ilmu seperti apa yang wajib dipelajari oleh umat Islam? Tentu saja bukan ilmu yang tidak bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhiratnya. Ada ilmu yang tidak wajib dipelajari, bahkan haram dan berdosa jika dipelajari.

Untuk ilmu yang bermanfaat, maka mempelajarinya akan memberi konsekuensi pahala. Dikutip dari tirto.id, berikut ini hukum menuntut ilmu-ilmu wajib seperti dilansir dari laman kemdikbud.go.id berikut ini:

Fardu kifayah

Hukum fardu kifayah berlaku bagi ilmu yang harus ada di kalangan umat Islam, agar tidak hanya kaum di luar Islam yang menguasai ilmu tersebut.

Misalnya ilmu kedokteran, perindustrian, ilmu falaq, ilmu komunikasi, ilmu bahasa, ilmu komputer, ilmu nuklir, dan lainnya.

Fardu ‘Ain

Hukum tersebut berlaku jika ilmu yang dimaksud tidak boleh ditinggalkan oleh umat Islam dalam segala situasi dan kondisi.

Misalnya ilmu agama Islam, ilmu mengenal Allah Subhanahu wata’ala dengan segala sifat-Nya, ilmu tata cara beribadah, dan yang terkait dengan kewajiban sebagai muslim.

3. Keutamaan Orang yang Menuntut Ilmu

Pelajar atau orang yang sedang menuntut ilmu, juga guru atau orang yang sedang mengajarkan ilmu, memiliki keutamaan khusus.

Mereka ini derajatnya diangkat di sisi Allah Subhanahu wata’ala. Keutamaan bagi golongan ini adalah sebagai berikut:

Diberi derajat yang lebih tinggi

Dalilnya: “Dan Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Q.S. al- Mujadillah/58:11).

Diberikan pahala yang besar di hari kiamat nanti

Dalilnya: Dari Anas bin Malik ra. Rasulullah saw. bersabda, “Penuntut ilmu adalah penuntut rahmat, dan penuntut ilmu adalah pilar Islam dan akan diberikan pahalanya bersama para nabi." (H.R. ad-Dailami).

Merupakan sedekah yang paling utama

Dalilnya: Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Sedekah yang paling utama adalah jika seorang muslim mempelajari ilmu dan mengajarkannya kepada saudaranya sesama muslim." (H.R. Ibnu Majah).

Lebih utama daripada seorang ahli ibadah

Dalilnya: Dari Ali bin Abi Talib ra. Rasulullah SAW. bersabda, “Seorang alim yang dapat mengambil manfaat dari ilmunya, lebih baik dari seribu orang ahli ibadah." (H.R. ad-Dailami).

Lebih utama dari salat seribu raka’at

Dalilnya: Dari Abu Zarr, Rasulullah SAW. bersabda, “Wahai Aba Zarr, kamu pergi mengajarkan ayat dari Kitabullah telah baik bagimu daripada salat (sunnah) seratus rakaat, dan pergi mengajarkan satu bab ilmu pengetahuan baik dilaksanakan atau tidak, itu lebih baik daripada salat seribu rakaat." (H.R. Ibnu Majah).

Diberikan pahala seperti pahala orang yang sedang berjihad di jalan Allah

Dalilnya: Dari Ibnu Abbas ra. Rasulullah SAW. bersabda, “Bepergian ketika pagi dan sore guna menuntut ilmu adalah lebih utama daripada berjihad fi sabilillah." (H.R. ad-Dailami).

Mendapat naungan malaikat pembawa rahmat dan dimudahkan menuju surga

Dalilnya: Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW. bersabda,

“Tidaklah sekumpulan orang yang berkumpul di suatu rumah dari rumah-rumah (masjid) Allah ‘Azza wa Jalla, mereka mempelajari kitab Allah dan mengkaji di antara mereka, melainkan malaikat mengelilingi dan menyelubungi mereka dengan rahmat, dan Allah menyebut mereka di antara orang-orang yang ada di sisi-Nya. Dan tidaklah seorang meniti suatu jalan untuk menuntut ilmu melainkan Allah memudahkan jalan baginya menuju surga," (HR. Muslim dan Ahmad).

Dalil kewajiban seorang muslim menuntut ilmu, sehingga tidak semua wajib berjihad, ada pada surah at-Taubah (9:122) yang artinya:

“Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya."

Orang yang menuntut ilmu akan senantiasa dijaga Allah SWT. Terlebih ilmu yang dipelajarinya itu semakin mendekatkan dirinya pada Allah dan menambah kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Dilansir dari Republika.co.id, Allah SWT akan menjamin keamanan, keselamatan lahir batin orang-orang yang menuntut ilmu. Dengan mengirimkan malaikat-malaikat yang menjaganya setiap waktu.

Sebagaimana dalam kitab Targib Wat Tarhib menuliskan sebuah hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Ibnu Asakir: 

“Terhadap Orang yang menuntut ilmu, malaikat membentangkan sayapnya (menaungi), karena malaikat rela dengan ilmu yang dicari orang tersebut."  

Hadis tersebut dapat menjadi penguat bagi para orang tua yang baru saja memulai menyekolahkan anaknya di lembaga-lembaga pendidikan Islam atau pun memondokkannya di Pondok Pesantren. Orang tua tidak perlu terlalu khawatir akan segala sesuatunya sebab Allah menjamin akan menjaga orang yang menuntut ilmu.  

Sementara bagi para penuntut ilmu maka perlu mengawali niatnya dalam mencari ilmu adalah semata-mata karena Allah, menjalankan perintahnya.

Selain itu berniat untuk membuang kebodohan diri dan menggantinya dengan ilmu sehingga meraih keselamatan dunia dan akhirat. Selain itu berniat dalam menuntut ilmu adalah untuk menghidupkan agama yang dibawa Rasulullah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ibu Santi alias Sartika, “Girl of Nowhere” Selalu Ada Saat Wawancara Berita

Sedih, Bocah Ini Jualan Hingga Larut Malam dan Menggigil Karena Basah Kehujanan

Kangen Anak, Sopir Bus Ini Menepi di Pinggir Jalan Untuk Bertemu Dan Memeluk Sang Anak